Tahun 2016 ini sepertinya diawali dengan banyak berita yang mengejutkan. Mulai dari berlakunya MEA (saya bahas di artikel sebelumnya), tembak-tembakan, sampai pada berita tentang orang-orang yang hebat dari keterbatasannya.

Tapi yang paling menarik buat saya adalah yang terakhir itu. Orang-orang hebat karena keterbatasannya. Ini selalu menginspirasi dan layak untuk diceritakan kembali. Siapa mereka ?

Ya kalau Anda mengikuti berita beberapa minggu ini, pasti Anda tahu siapa mereka.  Tak lain yang ingin saya bahas kali ini adalah ‘Wayan’ dan ‘Kusrin’. Kedua orang yang di anggap berpendidikan rendah tetapi mampu melakukan sesuatu yang jarang orang bisa lakukan pada umumnya.

Yang pertama adalah ‘I Wayan Si Tangan Robot’,

iron-man-indonesia-bertangan-robot-buatan-sendiri-pcrba7pkj2
I Wayan si tangan robot (foto: warungkopi okezone)

 

I Wayan atau sering dipanggil Tawan adalah seorang pria berusia 31 tahun yang tinggal di Bali dan berprofesi sebagai tukang las. Dirinya mulai ramai diberitakan didunia maya dan media dimulai ketika ia memutuskan membuat sebuah lengan bantu untuk tangannya kirinya yang lumpuh. Berbekal pengetahuannya dan belajar dari literatur-literatur di Internet, tawan mencoba membuat alat tersebut yang menyerupai tangan robot.

Menurut Tawan, lengan robot tersebut dibuat dengan sebuah teknologi Electroencephalography atau EEG (lihat disini), yang memungkinkan mesin menangkap aktivitas elektrik di otak. Jadi pergerakan tangan robotnya itu dikendalikan langsung oleh sinyal-sinyal dari otak Tawan. Percaya atau tidak kalau kita lihat fotonya diatas layaklah kita juluki dia I Wayan Si Tangan Robot.

Nah yang menarik dari kisah Tawan ini terlepas apakah lengan robotnya itu bekerja seperti robot atau tidak (belum terkonfirmasi oleh ahli pada saat tulisan ini dibuat), adalah tentang latar belakang ketika dia memutuskan untuk membuat kreasinya tersebut.

Dibeberapa media menulis, ini dimulai ketika ia mengalami frustasi yang luar biasa karena tangannya mengalami kelumpuhan dan tak kunjung sembuh. Berbekal kemauan, mimpi, dan usaha akhirnya dia memulai karyanya ini. Dari berbagai barang bekas dan beberapa proses gagal, akhirnya terbentuklah si tangan robot ini.

Tawan telah menempatkan dirinya untuk memilih, memilih untuk bermimpi lebih dibandingkan terpuruk, berpikir maju dibandingkan menyerah, berpikir bisa daripada gagal. Karena sekecil apapun keahliannya, ini akan menjadikan dunia semakin berwarna dan kita layak menghargainya.

Teringat kisah diatas, saya teringat salah satu buku yang pernah saya beli pada tahun 1995, buku ini telah banyak mengubah pemikiran saya dan ini layak Anda baca.

Anda pasti bisa bila anda pikir anda bisa. Sebagaimana yang anda pikirkan, begitulah jadinya anda. Jadi, berpikirlah bahwa anda bisa maka anda pun benar-benar bisa.

images

Anda harus beli dan baca ini !

( Norman Vincent Peale)

Materi ini ditulis oleh LogicFourty, Lembaga kursus komputer yang berfokus pada Software Development dan Internet Of Things.

Berlokasi di Jl. Mawar Raya No. 10 Taman Lembah Hijau Lippo Cikarang Bekasi.

Bagaimana dengan ‘Kusrin ?’

Leave a Reply